Aku tak bisa melihat Bapak menangis karena sedih, Aku tak bisa melihat Mama yang cerewet terbaring lemah karena sakit. Untuk dua hal tersebut aku tak bisa dan tak sanggup. Penderitaan yang tak sanggup aku tanggung perihnya. Akhirnya mama masuk rumah sakit (lagi) dan harus opname, saat ku telpon Bapak. suara Bapak bergetar aku tahu Bapak disana sedang menangis. Aku menarik nafas agak panjang untuk memberi jeda, air mata ku pu turun dengan derasnya, Aku meninggalkan mejaku dan mengurung diri di kamar mandi untuk menyembunyikannya dari dunia. Duniaku sudah runtuh saat tahu Mama sakit dan duniaku makin porak poranda saat mendengar Bapak nangis. Suatu waktu saat mama sudah tak kuat lagi menahan rasa sakitnya dia menangis, "Tuhan ikkon mate nama au hape, dang marsohotan dope boruku". Mama bahkan masih berjuang mati-matian melawan rasa sakitnya karena masih ingin melihat aku menikah. Pernikahan borunya mungkin hal yang sangat dinantikannya sejak lama. I want to but I can't. The...
Kalo kita bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, maka kita tidak akan pernah salah mengambil keputusan. Kalo kita bisa tahu berbuat A, maka hasilnya adalah B maka kita akan lebih bijak saat memutuskan A dan mempersiapkan mental dalam menghadapi resikonya. Kalo kita bisa melihat hari esok atau bulan-bulan yang akan datang, maka kita tidak akan pernah meletakkan kepercayaan pada orang yang salah. Barangkali itulah yang menandakan kalo kita masih manusia. Terbatas!. Keterbatan itulah yang membuat kita kecewa, bersedih terluka. Tapi karenanya juga kita belajar hari demi hari untuk menjadi bijaksana dan kuat. Alam semesta sebagai keteraturan dan keterkaitan segala hal. Seluruh hidup kita sampai saat ini terjadi menuruti rantai peristiwa dan hukum alam. "Jangan menuntut peristiwa terjadi sesuai keinginanmu tetapi justru inginkan hidup terjadi seperti apa adanya" __epictectus Ditengah menulis ini saya mengalami musibah kecil, kalau mengikuti Epictetus saya tidak cukup...
Kisah perkenalan aku dengan cowok memang tidak pernah berakhir manis seperti di sinetron. Baiklah akan kuceritakan padamu... Entah, bagaimana skenario hidup yang dirancang oleh Tuhan, 2 minggu setalah resign dari Pekanbaru, akhirnya aku menyebrang ke pulau jawa, Tujuan utama memang bukan Jakarta, tentu saja kota impian saya adalah Yogyakarta atau Bandung kota paling Ramah dan Indah di Indonesia, tapi untuk mendapatkan pekerjaan di kota tersebut tidaklah mudah. Selain akan kalah cantik sama gadis-gadis jawa yang anggun dan ayu, lowongan pekerjaan disana tidak sebegitu banyak. Akhirnya aku menyerah jika harus berkarir di Jakarta, menjadi wanita Metropolitan tak apalah. Tetapi hidup ternyata menawarkan sesuatu yang lebih dramatis, melalui informasi seorang kawan aku melamar, melewati serangkaian test dan diterima. Awal yang indah saya menjalani Training di sebuah Hotel di Cipanas, Cianjur. Aihh... tempat yang sudah lama ingin kukunjungi aku selalu penasaran dengan keindahan ci...
Komentar
Posting Komentar